Profil Pribadi
Nama : Poh An Marwan dan Halilis Pohan
Tanggal Lahir : 17 Juni 1965 dan 31 Desember 1970
Hobby : Travelling dan olahraga
Tanggal Bergabung di KK Indonesia : 29 September 1999
Mencapai Peringkat Ruby Star Manager : Maret 2000
Mencapai Peringkat Pearl Star Manager : Mei 2001
Mencapai Peringkat Emerald Star Director : Juni 2002
Mencapai Peringkat Crown Star Director : November 2003
Prestasi : Chairman Silver Award 2008 – 2010
Meniti Tantangan Kehidupan, Mencoba Memberi Arti Bagi Kehidupan
Akibat himpitan ekonomi, kehidupan masa kecil Halilis kurang menyenangkan. “Sejak kecil saya melakukan pekerjaan apa saja, serabutan, yang penting menghasilkan uang,” tutur wanita ini. Sebut saja mulai dari berjualan kue, membuat es lilin, menjadi pramuniaga di sebuah toko pakaian, bekerja di salon, menjalankan bisnis direct selling, hingga menjadi guru senam, ia lakoni.
Walaupun ia pernah menjalankan bisnis direct selling, hal tersebut tidak serta merta menjadikannya percaya pada bisnis KK Indonesia. Pasalnya, ia pernah mengalami kekecewaan saat menjalankan bisnis direct selling. Tak heran ketika ada ajakan untuk menjalankan bisnis KK Indonesia, Halilis tidak terlalu menanggapinya secara serius.
Namun demikian saat mengisi waktu luang, iseng-iseng Halilis mencoba menawarkan Kopi Tongkat Ali ke warung-warung kopi yang ada di Pekanbaru. Tanpa diduga, seluruh kopi tersebut terjual dan sebagai akibatnya, Halilis memperoleh bonus jalan-jalan ke Malaysia dan Eropa, gratis!
Kini, tak hanya Kopi Tongkat Ali yang menjadi andalannya, ia juga merambah produk kecantikan KK. Secara rutin, ia mengadakan beauty work shop (semacam program kursus kecantikan-red) yang sudah disesuaikan dengan ketentuan perusahaan. Dari work shop itu saja Halilis bisa mendulang omset hingga belasan juta rupiah. Alhasil, pencapaian Crown Star Director pun berhasil ia raih.
Setelah mencapai puncak peringkat di bisnis KK Indonesia, godaan yang datang justru semakin besar. Halilis mengaku sering menerima tawaran bisnis pemasaran jaringan lain dengan iming-iming fasilitas yang lebih besar dan keuntungan-keuntungan lain yang lebih menggiurkan. “Tetapi saya tidak tertarik. KK Indonesia memiliki pilar-pilar yang tangguh. Saya tidak ingin kecewa lagi seperti sebelumnya. Bagi saya, membimbing mitra kerja sampai mereka menemukan keberhasilan adalah kesuksesan dan kebahagiaan yang saya cari,” tukasnya.



