Profil Pribadi
Nama : Tan Evi Yonathan dan Agus Setiawan
Tanggal Lahir : 15 Februari 1960 dan 18 Desember 1953
Hobby : Travelling dan nonton film
Tanggal Bergabung di KK Indonesia : 30 Mei 2001
Mencapai Peringkat Pearl Star Manager : Juli 2002
Mencapai Peringkat Diamond Star Director : Desember 2003
Mencapai Peringkat Crown Star Director : Februari 2006
Prestasi : Chairman Silver Award 2008 – 2009
Mencapai Cita-Cita dengan Semangat, Kegigihan, dan Usaha
Pasangan ini sudah cukup lama merasakan asam garam dunia usaha konvensional, mulai dari berdagang hasil bumi, bahan bangunan, spare part kendaraan roda empat, dan sebagainya. Mereka juga menjalankan bisnis network marketing. Tak kurang dari 12 jenis bisnis network marketing dengan berbagai jenis produk mereka jalankan.
Namun belakangan Evi baru menyadari bahwa beberapa perusahaan tersebut berlaku curang. Akhirnya, ia pun kembali menekuni bisnis konvensional. Tapi hal itu tidak berlangsung lama akibat kerusuhan yang melanda kota Sampit, tempat Evi dan keluarganya menetap.
Tak lama berselang, datang salah seorang rekan Evi yang menawarkan produk kecantikan KK Indonesia. “Selama enam bulan menggunakan produk kecantikan KK, wajah saya menjadi lebih halus dari sebelumnya,” terang Evi. Setelah merasakan sendiri manfaat produk KK, ia pun bergabung dan tak hanya memasarkan produk tetapi juga aktif memperluas jaringan.
Perlahan berbagai prestasi pun ia peroleh. Diantaranya jalan-jalan gratis ke luar negeri dan penghasilan yang lebih dari cukup. Di balik semua kemajuan tersebut, Evi mengaku kerap menghadapi tantangan eksternal maupun internal, misalnya keraguan yang muncul dari dalam dirinya sendiri. “Persaingan di luar sangat ketat. Waktu itu cukup banyak mitra kerja saya yang berbelok ke network marketing lain,” ujarnya.
Tetapi ia masih bersyukur bahwa semangatnya tak pernah kendur karena dukungan dan motivasi dari suami tercinta. “Lihat saja, dalam waktu singkat mereka pasti kembali kepada kita. Karena kalau produk KK bagus, pasti kita tidak akan kalah merebut pasaran,” tutur Evi menirukan kata-kata suaminya.
Kini keduanya hanya fokus menjalankan bisnis KK Indonesia. “KK Indonesia ibarat pohon yang kami tanam dan sudah mulai berbuah. Mengapa tidak kami coba untuk memupuk supaya berbuah lebih banyak?” tukas Agus. Mereka juga menyadari bahwa tanggung jawab sebagai CSD jauh lebih besar dari sebelumnya. Namun dengan dukungan semua unsur dalam KK Indonesia termasuk para down line, serta mengandalkan kesabaran, mereka optimis mampu mengemban tanggung jawab tersebut dengan lebih baik.



